Udah gini doang?
Hidup untuk ibadah... Ada seorang pemuda, usianya 30 tahun. Dari luar ia terlihat seperti orang biasa: bangun pagi, berangkat kerja, pulang sore, lalu malam hari beristirahat. Rutinitas itu terus berulang setiap hari. Hidupnya terasa datar, seperti jalan lurus tanpa pemandangan baru. Kadang ia termenung, bertanya dalam hati, “Hidup ini, kok cuma gini-gini aja, ya?” Sejak dulu, banyak hal yang ia coba, tapi seakan semuanya berakhir dengan kegagalan. Dalam hal percintaan, hatinya sering patah. Hubungan dengan keluarga pun tak selalu mulus. Karier yang diharapkan bisa berkembang, ternyata hanya jalan di tempat. Bahkan rencana melanjutkan kuliah, yang sudah lama ia impikan, kandas begitu saja. Semua itu membuatnya merasa kecil, bahkan tak jarang merasa tak berguna. Ia pernah berpikir, untuk apa semua ini? Kalau hidup hanya penuh dengan kegagalan dan kekecewaan, apa masih layak dijalani? Dalam hatinya terlintas, kalau saja bunuh diri bukan dosa besar, mungkin ia sudah lama memilih ja...